Top! 4 BUMN RI Tembus Elit Fortune Asia Tenggara

Top! 4 BUMN RI Tembus Elit Fortune Asia Tenggara

Top! 4 BUMN RI Tembus Elit Fortune Asia Tenggara Dengan Berbagai Fakta-Fakta Menarik Yang Wajib Kalian Ketahui. Pertamina kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menempati posisi ke-3 dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2025. Tentu hal ini menjadikannya salah satu perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Daftar ini di rilis pada Juni 2025. Dan juga menilai perusahaan berdasarkan pendapatan sepanjang tahun fiskal 2024. Pertamina mencatat pendapatan sebesar US$75,33 miliar atau sekitar Rp1.194 triliun terkait dari Top.

Serta mencatat EBITDA sebesar US$10,79 miliar dan laba bersih US$3,13 miliar. Pencapaian ini menempatkan Pertamina tepat di bawah Trafigura (Singapura). Kemudian PTT (Thailand). Tentu menjadikannya sebagai perusahaan energi terbesar asal Indonesia di daftar tersebut. Keberhasilan ini di dorong oleh efisiensi operasional. Maka strategi integrasi bisnis dari hulu ke hilir. Serta penguatan posisi di pasar energi. Pertamina juga berperan besar dalam ketahanan energi nasional. Terlebihnya dengan produksi migas mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari yang mencakup sekitar 69% kebutuhan minyak. Dan juga 37% kebutuhan gas nasional terkait dari Top.

BUMN Meroket! 4 Perusahaan RI Dominasi Fortune Asia Tenggara Yang Kembali Membanggakan

Kemudian, masih membahas BUMN Meroket! 4 Perusahaan RI Dominasi Fortune Asia Tenggara Yang Kembali Membanggakan. Dan perusahaan lainnya adalah:

PLN

Mereka juga berhasil menempatkan diri sebagai salah satu perusahaan terbesar. Dan juga terkuat di Asia Tenggara versi Fortune Southeast Asia 500. Pada peringkat 2024–2025, PLN menempati peringkat ke‑6 secara keseluruhan. Terlebih yang sebagai perusahaan utilitas listrik nomor satu di kawasan ini. Dengan model bisnisnya yang sudah terintegrasi secara digital end-to-end. Mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi, hingga layanan pelanggan dan pengadaan. Maka PLN menunjukkan performa yang tangguh dan fleksibel. Secara finansial, sepanjang tahun 2023 (yang menjadi acuan Fortune). Mereka juga mencatat pendapatan sebesar US$ 32,01 miliar, laba bersih US$ 1,44 miliar. Kemudian juga total aset mencapai US$ 108,5 miliar, dan mempekerjakan sekitar 51.245 orang. Pengakuan ini di sematkan karena PLN menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang kuat. Atau naik 7–10 % dari tahun sebelumnya. Kemudian dengan efisiensi operasional hasil transformasi digital. Dan juga peran vital dalam memastikan kedaulatan energi nasional.

Fortune 2025: Empat BUMN Tanah Air Kuasai Top 20 Southeast Asia

Selanjutnya juga masih membahas Fortune 2025: Empat BUMN Tanah Air Kuasai Top 20 Southeast Asia. Dan perusahaan lainnya adlaah:

BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat ke-15. Terlebihnya dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2025. Dan juga menjadikannya sebagai bank terbesar dari Indonesia dalam daftar tersebut. Serta salah satu perusahaan finansial terkuat di kawasan Asia Tenggara. Dengan pendapatan mencapai US$14,9 miliar, laba bersih sebesar US$3,9 miliar. Kemudian total aset senilai US$127,6 miliar. BRI menunjukkan daya tahan dan pertumbuhan yang mengesankan di tengah tantangan global. Pengakuan ini menjadi bukti atas kemampuan BRI dalam menjaga kinerja yang solid. Serta berkelanjutan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tekanan. Hal ini yang termasuk fluktuasi suku bunga dan kompetisi sektor keuangan. Keberhasilan mereka tidak terlepas dari strateginya yang berfokus pada pembiayaan sektor UMKM. Sekitar 82% dari total kredit BRI di salurkan ke sektor ini.

Fortune 2025: Empat BUMN Tanah Air Kuasai Top 20 Southeast Asia Yang Terus Kompetitif

Selanjutnya juga masih membahas Fortune 2025: Empat BUMN Tanah Air Kuasai Top 20 Southeast Asia Yang Terus Kompetitif. Dan perusahaan berikutnya adalah:

Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil menembus daftar Fortune Southeast Asia 500 2025. Dan juga menempatkan diri sebagai salah satu dari 20 perusahaan terbesar di Asia Tenggara. Dalam pemeringkatan tersebut, Bank Mandiri menduduki peringkat ke‑22. Serta yang menjadi bank terbesar kedua dari Indonesia setelah BRI. Sepanjang tahun 2024, bank milik negara ini mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 55,78 triliun. Terlebih tumbuh tipis 1,31 % secara tahunan. Pendapatan bunga dan syariah bersih mencapai Rp 101,75 triliun (naik 6,12 %). Sementara total aset meningkat 11,6 % menjadi Rp 2.427 triliun. Penyaluran kredit juga mengalami lonjakan signifikan hingga 19,4 %. Dan juga mencapai Rp 1.623–1.671 triliun pada akhir 2024. Kemudian di dorong oleh pertumbuhan kredit wholesale dan UMKM.

Jadi itu dia 4 perusahaan RI dominasi Fortune Asia Tenggara dan membuat mereka Top.